Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label filosofi dan kehidupan

Dialog jiwa

  Ada satu waktu, saat sunyi menepi, aku bertanya dalam hati: Apa yang sebenarnya ada di benak Hawa, saat ia mengulurkan buah itu kepada Adam? Dan suara dari dalam jiwaku menjawab, lembut seperti angin sore: Mungkin ia penasaran. Mungkin ia ingin tahu lebih dari yang diberitahukan. Atau mungkin… ia hanya ingin merasakan seperti Tuhan: tahu, sadar, dan mengerti. Aku berkata: Tapi bukankah Tuhan sudah memberi peringatan? “Engkau akan mati.” Suara itu menjawab: Ya. Tapi kematian itu bukan tubuh yang roboh seketika. Itu kematian akan kepolosan. Kematian akan kedekatan yang murni dengan Sang Sumber. Saat buah itu disentuh bibirnya, dunia berubah. Kesadaran datang—namun bersamanya, lahir rasa malu. Aku bertanya lagi, lirih: Siapa yang berdosa lebih dulu? Suara itu hening sejenak, lalu berkata: Hawa memang yang pertama menjatuhkan diri. Namun Adam, dengan penuh kesadaran, memilih untuk ikut jatuh. Mungkin karena cinta. Mungkin karena takut kehilangan. Dan di situ, dosa bukan sekadar pelan...

Laki-laki Hanya Dicintai Ketika Ia Bisa Memberi

Laki-laki Hanya Dicintai Ketika Ia Bisa Memberi Sebuah Kajian Multidisipliner 1. Perspektif Sosiologis Dalam masyarakat patriarki, laki-laki sering dipandang sebagai pemberi dan penanggung jawab utama dalam keluarga. Menurut Talcott Parsons (1951), dalam teori peran struktural-fungsional, laki-laki memiliki peran instrumental, yaitu sebagai pencari nafkah dan pelindung keluarga. Sementara perempuan memiliki peran ekspresif, yang lebih berorientasi pada pengasuhan dan emosi. Konsekuensinya, cinta dan penghormatan terhadap laki-laki sering kali dikaitkan dengan sejauh mana mereka mampu memenuhi tanggung jawab ekonomi dan sosialnya. Pendekatan lain dalam sosiologi, seperti yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu (1990), menyoroti bagaimana kapital ekonomi dan sosial membentuk relasi cinta. Laki-laki dengan sumber daya yang lebih banyak cenderung lebih dihargai dalam relasi sosial dan romantis, menunjukkan bahwa "pemberian" menjadi tolok ukur penerimaan dan cinta. 2. Pe...